Membangun Iman Fungsional Bagi Generasi Milenial

- Jumat, 29 Juli 2022 | 10:59 WIB
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)
H. Muhammad Nasir. S.Ag., MH. (haluankepri.com)

(Refleksi Tahun Baru Hijrah 1444 H/2022 M)

Oleh: H.Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.( Qs. Al-Kahfi ; 13 )

Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW sarat dengan makna dan hikmah yang dapat dijadikan pembelajaran bagi kehidupan manusia. Tahun baru Hijrah merupakan tonggak sejarah dimulainya babak baru kehidupan yang sangat menentukan masa depan religious umat beragama. Sebab itu setiap kali kita memperingati tahun bari Hijrah, selalu memberikan banyak pelajaran yang dapat kita jadikan sandaran dan pedoman dalam kehidupan beragama.

Memperingati tahun baru hijrah berarti kita menapak tilas semangat sejarah perintah Hijrah Rasulullah SAW. Kita tidak menceritakan sejarah Hijrah tersebut di sini, tetapi yang ingin kita sampaikan bahwa hijrah merupakan perintah Allah SWT yang mengandung butiran hikmah nilai-nilai kehidupan yang tak pernah kering dibicarakan.

Prof. Dr, Jalaluddin Rahmat MA, menjelaskan, Hijrah itu memiliki tiga tingkatan yaitu: pertama Hijrah maknawiyah, yaitu hijrah dari kejelekan menuju kebaikan; kedua, Hijrah tempat, yaitu Hijrah yang dilakukan ketika tempat yang kita gunakan menimbulkan kesempitan untuk ibadah dan kita melihat ada tempat lain yang lebih bisa memberikan keleluasaan. Al-Quran menyebutkan, “Barang siapa yang hijrah di jalan Allah , maka ia akan menemui di bumi keuntungan yang banyak dan rezki yang luas” ( Qs An-Nisa’: 100 ). Dan ketiga ; Hijrah untuk menegakkan sistem Islam dan mengganti sistem Jahiliyah. Hal ini tidak kita uraikan di sini.

Para ahli sejarah Islam sepakat bahwa peristiwa Hijrah sangat banyak melibatkan para pemuda kala itu. Tercatat dalam sejarah, bahwa pemuda yang terlibat diantaranya adalah Mush’ab bin ‘Umair, Ja’far bin Abi Thalib dan ‘Ali bin Abi Thalib.

Mereka adalah para pemuda teladan yang tangguh dalam pendirian dan cinta sejati kepada Rasulullah SAW. Mereka adalah pemuda yang memiliki iman yang kuat dan tidak goyah menghadapi tantangan dan ancaman. Nah dalam kontek kehidupan modern hari ini, masih adakah pemuda yang memiliki semangat dan cinta seperti mereka.

Jawabannya tentu ada. Lalu bagaimanakah kita membangun iman generasi muda agar kokoh, kuat dan tidak terpengaruh oleh perkembangn dunia global yang sangat pesat? Inilah yang ingin kita ulas dalam ertikel yang singkat ini.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Jangan Pernah Dekati Narkoba!

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:19 WIB

Apakah Perceraian Menjadi Keputusan Terbaik?

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Berliku Jalan untuk Pendidikan Profesi Guru

Minggu, 31 Juli 2022 | 10:57 WIB

Peran Sastra di Era Modern

Selasa, 26 Juli 2022 | 13:34 WIB

Kenapa Burung Sering Hinggap di Atas Kabel?

Jumat, 15 Juli 2022 | 10:52 WIB

Jangan Sia-siakan Keluarga

Jumat, 15 Juli 2022 | 08:43 WIB

Generasi Menulis

Minggu, 5 Juni 2022 | 14:08 WIB

Apakah Proyek Anda Memiliki Risiko?

Rabu, 1 Juni 2022 | 15:09 WIB
X