UI Punya Prodi Kedokteran Penerbangan

- Senin, 26 Juli 2021 | 12:57 WIB
Kampus UI di Depok, Jawa Barat. (internet) (Kampus UI di Depok, Jawa Barat. (internet))
Kampus UI di Depok, Jawa Barat. (internet) (Kampus UI di Depok, Jawa Barat. (internet))

Universitas Indonesia (UI) memiliki program studi yang bisa dibilang langka di dunia dan bisa dilirik sebagai potensi karir di masa depan, yakni program studi Kedokteran Penerbangan.

Dikutip dari instagram resmi UI di @univ_indonesia, Senin (26/7), kampus negeri yang berpusat di Depok, Jawa Barat ini memiliki program studi Kedokteran Penerbangan yang merupakan satu-satunya di Asia dan hanya terdapat 5 program studi serupa di dunia.

UI menjelaskan program studi ini sudah berdiri sejak tahun 2010. Sampai saat ini program studi ini telah mencetak kurang lebih 64 dokter spesialis kedokteran penerbangan (2020) yang alumninya tersebar di berbagai lembaga.

Diantaranya ada yang berkiprah di Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, Kemenhub, TNI-AU, rumah sakit dan perusahaan evakuasi medik, serta para lulusan yang bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Beberapa mata kuliah di program studi Kedokteran Penerbangan yaitu Aerofisisiologi, Higiene Penerbangan & Antariksa, serta Transportasi & Evakuasi Medik Penerbangan. Pada Mata Kuliah Aerofisisiologi, peserta didik akan memiliki kompetensi untuk mendeskripsikan pengaruh faktor penerbangan terhadap fisiologi tubuh manusia dan mengikuti Hypobaric Chamber Training.

Pada Mata Kuliah Hygiene Penerbangan & Antariksa, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi menerapkan prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi penerbangan, serta hygiene dan gizi di ruang angkasa.

Menurut Ketua Program Studi Kedokteran Penerbangan Prof. dr. Budi Sampurna, SH, Sp.F(K), Sp.KP, Program Studi Kedokteran Penerbangan memiliki tiga tugas utama. Yaitu:

1. Membina kesehatan fisik dan mental pada awak udara dan penumpang pesawat udara, baik di tingkat perorangan maupun komunitas

2. Menguji kesehatan awak udara dan penumpang pesawat udara untuk dinyatakan fit to fly.

3. Melakukan pengelolaan evakuasi medik pada pasien/penumpang yang sakit.

Selain itu, salah satu kompetensi utama yang dikuasai yaitu Evakuasi Medik Udara pada pasien yang membutuhkan pindah ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerah lain menggunakan transportasi udara baik menggunakan pesawat maupun helikopter. *

(sumber: okezone.com)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB

Menjadi Seorang Guru Pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 16:03 WIB

Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB

Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

Rabu, 22 September 2021 | 10:01 WIB

Belajar Tatap Muka, Belajar Daring, dan Peran Orang Tua

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB

STAI Ibnu Sina Batam Wisuda 58 Mahasiswa

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB

Sekolah Tatap Muka di Batam Dimulai Pekan Depan

Kamis, 16 September 2021 | 14:56 WIB

Mewaspadai Ancaman Lost of Adab

Minggu, 12 September 2021 | 19:13 WIB

Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB

Terpopuler

X