MSI Kepri Imbau Pakai Foto Resmi Tiga Pahlawan Nasional

- Jumat, 18 November 2022 | 19:36 WIB
(istimewa)
(istimewa)

Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepri mengimbau instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan siapa saja agar menggunakan foto resmi tiga pahlawan nasional dari Provinsi Kepri, yakni Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji dan Sultan Mahmud Riayat Syah.

Hal ini untuk menghindari kesalahan fatal, seperti halnya penggunaan foto Raja Ali Haji yang banyak beredar dan banyak digunakan, seperti di media massa dan media sosial yang keliru.

“Saat pengajuan tiga pahlawan nasional itu, disertai dengan foto. Jadi kita imbau semua pihak agar menggunakan foto resmi yang sudah ada itu. Kalau memasang foto yang sumbernya asal comot, itu berbahaya. Terjadi kekeliruan sejarah," kata Penasehat MSI Cabang Kepri, Rida K Liamsi dalam diskusi pengurus MSI Cabang Kepri di Kafe Shooter, Bintan Centre, Kamis (17/11) kemarin.

"Beberapa waktu lalu, Raja Ali Haji jadi Google Doodle. Jadi pembicaraan orang namun parahnya foto yang digunakan bukan foto Raja Ali Haji ibni RajaHaji Ahmad. Tapi yang dipakai foto Raja Ali yang bergelar Tengku Selat, Ketua Ahmadi Co di Pulau Midai,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Ketua MSI Cabang Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi menyebutkan, untuk foto Sultan Mahmud Riayat Syah dan Raja Haji Fisabilillah yang berupa skesta wajah itu nyaris tidak ada perdebatan karena foto keduanya tidak ada.

Hal ini berbeda dengan Raja Ali Haji yang foto yang banyak digunakan adalah foto yang keliru.

“Kita belum menemukan foto wajah asli Raja Ali Haji. Jadi kita gunakan saja sketsa foto yang digunakan saat penetapan Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional,”kata Wiwik.

Dia mengkhawatirkan, jika tidak diluruskan pemakaian foto yang sembarangan akan berdampak pada pengaburan sejarah. Ini nantinya berefek pada kesejarahan daerah ini di masa depan.

“Generasi mendatang nantinya meyakini foto-foto yang banyak beredar dan mereka lihat, itu yang benar. Makanya kita luruskan agar kekeliruan yang ada tidak berkelanjutan,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MAN IC Batam Juara Umum Lensa Paradigma Polibatam 2022

Minggu, 16 Oktober 2022 | 20:22 WIB

Meraih Prestasi dengan Cinta Budaya Literasi

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Korupsiologi

Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:14 WIB

Moral Heteronomi dalam Pandangan Islam

Minggu, 18 September 2022 | 11:58 WIB

BRIN dan Robohnya Jurnal Penelitian Kami

Senin, 12 September 2022 | 19:06 WIB

Memuliakan Guru

Rabu, 7 September 2022 | 08:51 WIB

674 Mahasiswa Unrika KKN di Wilayah Pesisir Kota Batam

Sabtu, 3 September 2022 | 06:22 WIB

Masih Ingatkah dengan Mata Pelajaran Arab Melayu?

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:34 WIB
X