Moral vs Corona pada Generasi Muda di Tengah Pandemi

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:56 WIB
Martanto. (istimewa)
Martanto. (istimewa)

Oleh: Martanto, Ketua Yayasan Gurindam Edukasia Tanjungpinang

Tarik ulur pembelajaran tatap muka membuat dilema kalangan orang tua dan guru, khususnya sekolah yang ada di Kota Tanjungpinang. Kebijakan ini tentunya membuat orangtua yang memiliki anak usia sekolah dari jenjang TK sampai dengan SMA dibuat galau.

Disatu sisi, mengamankan diri dari sebaran virus corona yang sangat masif. Disisi lain berbenturan dengan aktivitas anak di rumah atau lingkungan tempat tinggal yang tidak bisa dikontrol oleh orangtua akibat sekolah daring hampir dua tahun ini.

Diketahui, selama pandemi ini, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan guna membatasi aktivitas masyarakat dalam memutus mata rantai covid-19.

Di tengah kondisi seperti sekarang, tidak sedikit orangtua kewalahan dengan pembelajaran daring yang selama ini diterapkan kepada anak-anaknya. Sebab, para orang juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Ditambah lagi kurangnya keahlian dalam menyampaikan atau meneruskan pelajaran yang disampaikan oleh guru anak-anak mereka melalui pembelajaran online lewat gawai para orang tua.

Akibatnya, banyak orang tua yang memberikan gawai yang terhubung langsung dengan internet kepada putra putri mereka, baik dari usia TK,SD hingga SMA. Dalam hal ini, peserta didik memang “terhindar” dari virus corona, tetapi lupa ada virus yang lebih berbahaya lagi bagi keberlangsungan hidup baik di dunia dan di akhirat bagi anak-anak kita yaitu virus moral.

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan kebaikan dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sungguh yang demikian itu termasuk perkara yang penting” (QS. Lukman: 17)

Bebasnya peserta didik dalam memegang gawai di rumah dan di lingkungan sekitar, bisa membentuk komunitas tersendiri bagi mereka. Tidak jarang komunitas tersebut saling mengajarkan penggunaan gawai yang tidak sehat, dengan mengakses situs-situs yang tidak layak bagi mereka (misalnya: pornografi) atau aktivitas lainnya yang tidak menunjang pembangunan mental dan spiritual mereka.

Anak-anak sekarang rentan terpapar konten pornografi dan terancam menjadi korban eksploitasi di ranah daring. Baik yang sengaja mereka peroleh maupun tanpa sengaja konten tersebut muncul ketika mereka menggunakan gawai mereka.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB

Menjadi Seorang Guru Pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 16:03 WIB

Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB

Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

Rabu, 22 September 2021 | 10:01 WIB

Belajar Tatap Muka, Belajar Daring, dan Peran Orang Tua

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB

STAI Ibnu Sina Batam Wisuda 58 Mahasiswa

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB

Sekolah Tatap Muka di Batam Dimulai Pekan Depan

Kamis, 16 September 2021 | 14:56 WIB

Mewaspadai Ancaman Lost of Adab

Minggu, 12 September 2021 | 19:13 WIB

Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB

Terpopuler

X