Lost Generation dan Penguatan Nilai Adab Pasca Pandemi

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 09:17 WIB
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))
H. Muhammad Nasir. (istimewa) (H. Muhammad Nasir. (istimewa))

Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag.MH, Kakan Kemenag Lingga

Artikel ini terinpirasi ketika penulis membaca laporan UNICEF tentang generasi yang hilang (lost generation) menjelang peringatan Hari Anak Sedunia, pada 11 November 2020 tahun lalu, yang menerbitkan sebuah laporan global dengan thema “Averting a Lost COVID Generation” (UNICEF, 2020).

Dalam laporan tersebut berisi usulan besar yang harus menjadi kerja kolektif untuk merespons, memulihkan, dan meng-imaji ulang dunia pasca pandemi yang ramah bagi anak-anak. Secara umum, usulan mitigasi tersebut terkait dengan pendidikan, kesehatan, kesenjangan digital, dan kemiskinan. Hal ini sangat menarik dan memantik diskusi lanjutan di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, pendidikan merupakan salah satu yang ikut terdampak akibat pandemi ini. Seluruh komponen bangsa ikut prihatin menyongsong masa depan generasi yang lebih baik. Karena pendidikan merupakan wadah strategis untuk membangun peradaban bangsa dimasa datang, maka perhatian dan upaya membangun pendidikan ke depan harus memjadi perioritas utama.

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat komplek dan berjenjang panjang. Berbagai aspek yang tercakup dalam proses saling erat berkaitan satu sama lain dan bermuara pada terwujudnya manusia yang memiliki nilai hidup (adab), pengetahuan hidup (knowledge) dan keterampilan hidup (life skil). Proses mencapai tujuan tersebut bersifat komplek dikarenakan interaksi diantara berbagai asfek pendidikan seperti guru, bahan ajar, fasilitas, kondisi siswa, kondisi lingkungan, metode mengajar yang digunakan tidak dapat dikendalikan. Sehingga selama pandemi covid-19, aspek-aspek yang tercakup dalam proses pendidikan tersebut tidak dapat berjalan dengan baik, akibatnya tujuan pendidikan tidak dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan. Apalagi untuk mewujudkan hakikat pendidikan seutuhnya tentu saja jauh dari harapan.

Menurut Yusuf al-Qardawi sebagaimana dikutip Bashori Muchsin, Moh. Sulthon, dan Abdul Wahid, mengemukakan, hakikat pendidikan merupakan pendidikan manusia seutuhnya, yaitu mendidik akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan ketrampilannya. (Bashori Muchsin, et. Al: 2006).

Hakikat pendidikan menyiapkan manusia untuk hidup secara baik dalam keadaan damai serta menyiapkan agar bisa menghadapi masyarakat dengan segala sifat dinamis yang melekat padanya.

Pandemi ini telah mengganggu sistem dan proses itu semua. Berbagai program dan inovasi sudah dilakukan, namun upaya yang dilakukan tetap saja menyisihkan kehawatiran akan rendahnya mutu pendidikan terutama merosotnya moralitas adab generasi di masa mendatang. Untuk mengatasi dampak tersebut berbagai program pendidikan diluncurkan misalnya inovasi penggunaan teknologi informasi terus diikhtiarkan. Tetapi tidak sulit untuk bersepakat bahwa pendidikan tidak hanya transfer ilmu atau ketrampilan, tetapi lebih penting, adalah transfer nilai atau pembentukan adab.

Pertanyaan ini menjadi penting dicarikan jawabnya apalagi dalam situasi ketika pilihan tidak banyak. Apakah transfer nilai bisa difasilitasi teknologi Informasi. Lalu bagaimana seharusnya tindakan edukasi penguatan yang mesti dilakukan jika kita tidak ingin kehilangan generasi (lost generation) bangsa dimasa datang. Untuk menjawab tantangan tersebut maka dalam artikel ini yang dapat kita tawarkan adalah:

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

ASN, Bisnis, atau Keluarga

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Era Baru Madrasah Berbasis Sain Modern

Jumat, 24 September 2021 | 13:49 WIB

Memantik Literasi Lewat Cerita Rakyat

Jumat, 24 September 2021 | 10:18 WIB

Menjadi Seorang Guru Pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 16:03 WIB

Sekolah Adiwiyata di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB

Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

Rabu, 22 September 2021 | 10:01 WIB

Belajar Tatap Muka, Belajar Daring, dan Peran Orang Tua

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB

STAI Ibnu Sina Batam Wisuda 58 Mahasiswa

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Pendidikan Seksual Penting atau Tidak?

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB

Sekolah Tatap Muka di Batam Dimulai Pekan Depan

Kamis, 16 September 2021 | 14:56 WIB

Mewaspadai Ancaman Lost of Adab

Minggu, 12 September 2021 | 19:13 WIB

Tak Zamannya Lagi Ber-medsos untuk Hal Negatif!

Jumat, 10 September 2021 | 07:44 WIB

Terpopuler

X