Revitalisasi Politik Muhammadiyah, Perspektif Pemilu 2024

- Rabu, 17 November 2021 | 20:16 WIB
Umar Natuna. (haluankepri.com)
Umar Natuna. (haluankepri.com)

Oleh: Umar Natuna, Mahasiswa Program Doktor PAI UMM Malang

Kehadiran Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan, pendidikan dan ekonomi memang tidak bisa diragukan lagi. Berbagai produk amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan keagamaan telah menjadi soko guru, bukan saja untuk warga Muhammadiyah, melainkan untuk warga bangsa.

Berbagai lembaga pendidikan, mulai tingkat anak usia dini sampai dengan Perguruan Tinggi telah memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan anak bangsa. Berbagai rumah sakit, klinik, dan tenaga dokter dan non medis mengabdikan diri dari sabang sampai merauke.

Demikian juga kajian pemikiran keagamaan yang revolusionor, akomodatif, dan sekaligus mencerahkan telah diwakafkan bagi kemajuan umat dan bangsa. Sehingga pemahaman, pengalaman agama selalu dinamis, progresif dan mampu menjawab berbagai persoalan keumatan.

Selain sebagai organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah juga tidak bisa lepas kegiatan politik. Karena agama dan politik adalah bersifat organik, dimana agama menjadi ruh artikulasi politik. Demikian juga berbagai praktik keagamaan memerlukan dukungan atau kekuatan politik.

Berbagai praktik keagamaan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya memerlukan kekuatan politik untuk bisa direalisasikan. Misalnya praktik amalan zakat, wakaf memerlukan dukungan regulasi atau Undang-Undang untuk bisa diaktualisasikan. Regulasi atau undang-undang adalah produk politik.

Karenanya, kaitan Muhammadiyah dan politik tidak bisa dipisahkan. Pertama, bahwa kelahiran Muhammadiyah juga dalam situasi sarat politik. Yakni dalam konteks politik keagamaan, terkait dengan perebutan pengaruh antara kekuatan keagamaan yang ada di Arab dan Nusantara.

Dalam pada itu, politik perlawanan terhadap penjajahan Belanda di tanah air juga mewarnai suasana kelahiran Muhammadiyah. Kedua, serpihan-serpihan pemikiran atau doktrin politik Muhammadyah sangat jelas dan tegas dalam berbagai Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, kepribadian Muhammadiyah, keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah, khittah perjuangan Muhammadiyah, dan berbagai keputusan Tanwir Muhammadiyah.

Dalam Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, jelas dibunyikan, bahwa hidup bermasyarakat adalah sunnah Allah dalam kehidupan manusia di dunia. Sedangkan Kepribadian Muhammadiyah, disebutkan dengan nyata bahwa sifat Muhammadiyah adalah keagamaan dan kemasyarakatan, Muhammadiyah membantu pemerintah serta bekerja sama dengan komponen lain dalam memelihara dan membangun bangsa untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Asnah Nakhodai DPD Partai Demokrat Kepri

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

PPP Tanjungpinang Gelar Silaturahmi Kader 2021-2026

Kamis, 30 Desember 2021 | 08:34 WIB

Emansipasi dan Pengarusutamaan Gender

Selasa, 21 Desember 2021 | 15:07 WIB

PAW DPRD Lingga, Simarito Gantikan Jimmy AT

Sabtu, 6 November 2021 | 06:36 WIB

Ruslan Ali Wasyim Digantikan oleh Rahman di DPRD Batam

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:28 WIB

Golkar Targetkan Jadi Pemenang 2024 di Batam

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Mardani H Maming Masuk Bursa Capres 2024

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:56 WIB
X