Revitalisasi Politik Muhammadiyah, Perspektif Pemilu 2024

- Rabu, 17 November 2021 | 20:16 WIB
Umar Natuna. (haluankepri.com)
Umar Natuna. (haluankepri.com)

Integrasikan agama dan negara akan melahirkan suatu sintesa dari keterpisahaan hidup beragama dan kehidupan lainya. Selain itu, bagaimana Muhammadiyah , meletakkan doktrin, asas, dan pemikiran dan cita-cita politik Muhammadiyah sebagai kekuatan logika perubahan dan evaluatif pada tataran paradigmatik maupun pada tataran artikulasi atau produk politik.

Artikulasi Politik Muhammadiyah 2024

Dalam konteks mengartikulasikan peran politik warga Muhammadiyah sebagai organisasi agama dan keagamaan, terutama dalam perspektif hajat politik- pemilu 2024, maka Muhammadiyah tidak boleh apatis atau pasif, akan tetapi juga tidak boleh terjepak pada kepentingan jangka pendek.

Bagaimana artikulasi politik yang harus dimainkan warga Muhammadiyah atau Muhammdiyah sebagai organisasi?

Inilah, barangkali menarik didiskusikan besama. Dalam konteks itu, menurut hemat penulis, artikulasi politik yang harus dimaikan antara lain:

Pertama, warga Muhammdiyah harus tampil aktif dalam artikulasi politik, yakn politik gagasan, ide-ide dan orientasi politik yang harus dibangun di Indonesia. Bahwa politik yang akan dibangun adalah politik yang berasaskan nilai-nilai agama, moral, dan etika. Dalam mewujudkannya, diperlukan figur-figur yang senafas dengan cita-cita tersebut.

Kedua, melakukan politik alokatif, yakni memperjuangkan nilai-nilai Islam yang dapat dijadikan landasan untuk membangun regulasi yang melahirkan kepentingan dan kemajuan bangsa. Dalam kaitan ini berbagai kekosongan hukum atau regulasi dapat dipenuhi dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang moderat atau berkeadaban.
Selain mengisi kekosongan juga untuk melakukan revisi terhadap berbagai produk Undang-Undang yang sudah ada seperti UU Wakaf, UU Zakat, UU Perkawinan, UU Perbankan Syariah, Asuransi, dan bahkan UU Politik sekalipun.

Ketiga, ikut menyeleksi figur-figur calon pemimpin bangsa yang muncul dalam Pemilu 2024, dengan memberi rambu-rambu moral, kapasitas dan basis keagamaannya, serta melakukan dukungan moral dan perjuangan nonpartisan, sehingga masyarakat memiliki cukup pengetahuan terhadap para calon pemimpin bangsa, sehingga tidak salah dalam memilih pemimpin.

Menjaga atau mengawal agar hajat politik 2024 berjalan sesuai regulasi dan aspirasi politik yang beradab. Sehingga menghasilkan produk yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara.

Inilah barangkali panggilan politik yang harus dikedepan oleh warga dan Muhammadiyah dalam perspektif pemilu 2024. Wallahu a'lam bishawab.***

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Berikut Tiga Nama Kandidat Capres Nasdem

Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:26 WIB

Anies Baswedan Dilirik Nasdem untuk Jadi Capres

Minggu, 29 Mei 2022 | 13:20 WIB

Asnah Nakhodai DPD Partai Demokrat Kepri

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

PPP Tanjungpinang Gelar Silaturahmi Kader 2021-2026

Kamis, 30 Desember 2021 | 08:34 WIB

Emansipasi dan Pengarusutamaan Gender

Selasa, 21 Desember 2021 | 15:07 WIB

PAW DPRD Lingga, Simarito Gantikan Jimmy AT

Sabtu, 6 November 2021 | 06:36 WIB

Ruslan Ali Wasyim Digantikan oleh Rahman di DPRD Batam

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X