Tampilan Baru PKS, Lebih Nasionalis dan Milenial

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:04 WIB
IMG-20210619-WA0007
IMG-20210619-WA0007

Batam (HK) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampil lebih Nasionalis dan Milenial, hal ini tercermin dari berbagai perubahan yang dilakukan secara internal, diantaranya perubahan Visi, Logo, Lagu Mars dan Struktur partai.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Sumbagut, Hendry Munief saat coffe morning terbatas dengan awak media, Jumat (18/6/2021) di Coffe Shop Hotel Best Western Premier (BPW) Panbil.

Berbagai perubahan yang dimaksudkan, misalnya perubahan Visi, dimana semula PKS merupakan partai Umat berubah menjadi PKS partai Islam Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi alam semesta).

"Melayani bukan terbatas pada ummat, tetapi melayani segenap alam semesta, manusia, hewan dan tumbuhan. Itulah tujuan hadirnya PKS ditengah-tengah masyarakat," ungkap Hendry Munief didampingi Ketua DPW PKS Kepri, Ustadz Bachtiar dan segenap jajarannya pengurus PKS Kepri.

"Dimana ada PKS, maka nyamanlah semuanya," terangnya.

Kemudian terkait logo, dulu logo PKS bentuknya bulat dengan warna hitam putih, kali ini tampil dengan logo bulat dan dengan warna utama orange. Dimana berdasarkan penelitian bentuk bulat mudah diterima oleh retina, dan warna oranye lebih manarik, fresh dan Milenial.

"Lebih milenial, sebagai upaya memberikan tempat bagi kaum milenial," terangnya bahwa perubahan tersebut diinisiasi oleh Presiden PKS sebelumnya, Sohibul Iman.

Perubahan lainnya juga terjadi pada mars, hymen dan AD/ART milik PKS. Hendry menuturkan PKS merupakan partai yang sangat nasionalis dan religi. Akan tetapi dalam manifestonya tidak tampak dalam instrumen PKS itu sendiri.

“Dalam perubahan mars, hymen dan AD/ART ditambahkan kata-kata seperti pancasila, bhineka tunggal ika, dan NKRI, ada sipirit kebangsaan, keagamaan dan peradaban,” jelasnya.

Yang paling menarik, dalam struktur PKS juga ada yang baru dengan ditambahkannya dewan pakar dan dewan penasehat. Di Dewan Pakar dibuka ruang untuk berbagai elemen, termasuk diantaranya adalah tokoh media.

“Salah satu unsur dewan pakar juga kami masukkan unsur media, tujuannya kami ingin memberikan kesempatan bagi media,” kata dia.

Ia menambahkan dewan pakar maupun dewan penasehat memiliki kesempatan untuk menjadi calon legislatif maupun calon kepala daerah. Sehingga terbuka bagi yang bukan kader awal PKS.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Kepri, Hendry Munief melakukan pertemuan dengan sejumlah struktur PKS di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Pertemuan tersebut konsolidasi di internal PKS itu sendiri.

"Kami juga melakukan silaturahmi dengan sejumlah elemen masyarakat, misalnya dengan Muhammadiyah dan lainnya," terangnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPW PKS Kepri, Ustadz Bachtiar bahwa pihaknya terus membangun silaturahmi sebagai amanat dari DPP, diantaranya sudah silaturahmi dengan Gubernur Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri dan Kabinda, dan tengah menjadwalkan silaturahmi ke Danrem.

"DPW sendiri sudah melakukan silaturahmi dengan sejumlah institusi negara, dan akan terus kita perluas," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, juga disampaiakan sekilas terkait perkembangan Pilpres serta berbagai isu nasional terkini. (r/dam)

Editor: fery haluan

Terkini

Berikut Tiga Nama Kandidat Capres Nasdem

Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:26 WIB

Anies Baswedan Dilirik Nasdem untuk Jadi Capres

Minggu, 29 Mei 2022 | 13:20 WIB

Asnah Nakhodai DPD Partai Demokrat Kepri

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

PPP Tanjungpinang Gelar Silaturahmi Kader 2021-2026

Kamis, 30 Desember 2021 | 08:34 WIB

Emansipasi dan Pengarusutamaan Gender

Selasa, 21 Desember 2021 | 15:07 WIB

PAW DPRD Lingga, Simarito Gantikan Jimmy AT

Sabtu, 6 November 2021 | 06:36 WIB

Ruslan Ali Wasyim Digantikan oleh Rahman di DPRD Batam

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X