Disbudpar Tanjungpinang Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi

- Kamis, 15 Juli 2021 | 20:53 WIB
Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Penasaran Wisata
Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Penasaran Wisata

Tanjungpinang (HK) - Untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan destinasi pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang menggelar Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran Destinasi Pariwisata.

Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, Selasa-Jumat (6-9/7) di CK Tanjungpinang Hotel dan Convention Centre.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang merupakan perwakilan dari pengelola objek daya tarik wisata dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari 18 kelurahan di Tanjungpinang,” ujar Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Wisata Disbudpar Kota Tanjungpinang, Maswito kepada Haluan Kepri.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dari pelatihan ini menurut Maswito adalah pertama, peserta mengetahui dan memahami pentingnya tata kelola, pengelolaan bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata.

Kedua, peserta mengetahui dan memahami komponen-komponen dan faktor-faktor penting dalam pengembangan dan penyelenggaraan tata kelola, pengelolaan bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata.

Ketiga, peserta dapat melakukan evaluasi terhadap upaya tata kelola, pengelolaan bisnis, dan pemasaran destinasi pariwisata yang dilakukannya.

“Kita berharap usai pelatihan ini, peserta dapat mencapai tiga sasaran yang sudah ditetapkan dalam melakukan tata kelola, bisnis, dan pemasaran destinasi pariwisata di kelurahannya masing-masing,” imbuhnya.

Maswito mengatakan, berbagai materi disampaikan narasumber dari akademisi dan praktisi industri yang berkompeten di bidangnya. Narasumber yang dimaksud adalah Indah Andesta M. Sc, Ida Rahayu M. Par, Fidyah Aminin, Ida Rahayu M.Par, EAD. Karuniawati, A. Reki. Judianto, Ida Rahayu M. Par, dan I Wayan Mestika.

Sedangkan materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut di antaranya adalah, tata kelola destinasi wisata, penyelenggaraan tata kelola, bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata di kabupaten/kota lokasi pelatihan, komunikasi yang efektif dengan pelanggan, kesehatan lingkungan pariwisata, penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Materi lainnya lanjutnya, adalah pengelolaan bisnis dalam pengembangan daya tarik wisata dan destinasi pariwisata berdaya saing, pemasaran destinasi wisata, tata kelola dan pengembangan bisnis pariwisata dan evaluasi evaluasi tata kelola dan pengembangan bisnis pariwisata terhadap peserta pelatihan.

“Pelatihan kali ini kita tidak turun atau praktek lapangan karena Tanjungpinang termasuk salah satu daerah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 di Indonesia. Kita tidak mau ambil resiko, namun demikian tidak mengurangi antusias perserta mengikuti pelatihan tersebut,” jelasnya.

Ketua Pokdarwis Kelurahan Penyengat, Mustafa mengatakan, pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran Destinasi Pariwisata sangat penting bagi pengelola Pokdarwis. Dari pelatihan seperti ini Pokdarwis bisa mendapat pengetahuan baru dan tambahan ilmu bagaimana mengelola objek daya tarik wisata di Tanjungpinang pada saat pandemi Covid-19.

Diakui Mustafa, sejak Covid-19 melanda negara kita terasa sekali dampaknya terhadap perkembangan pariwisata di Kota Tanjungpinang.

“Sebelum Covid-19, kami sampai kewalahan melayani tamu. Saat ini jumlah tamu yang datang ke tempat kami (Penyengat-red) bisa dihitung dengan jari saking sedikitnya. Hal itu juga terjadi di daerah lain,” ujar Mustafa yang juga dipercaya sevagai Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Kota Tanjungpinang.

Senada dengan Mustafa, Ketua Pokdarwis Kelurahan Dompak, Dodi Irawan juga mengatakan hal yang sama.
“Covid-19 melumpuhkan semua bisnis, termasuk bisnis pariwisata. Nyaris semua bentuk bisnis pariwisata di Tanjungpinang, Ibu Kota Kepulauan Riau, mati suri. Hotel, resort, wisma hingga homestay terdampak langsung. Namun semua itu pasti ada hikmahnya."

Dodi punya keyakinan suatu saat nanti pariwisata di Tanjungpinang akan kembali bangkit.

“Menjelang kebangkitan pariwisata tersebut dan untuk memperkuat SDM Kelompok sadar dan pengelola objek daya tarisk wisata perlu dilakukan Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Dinasti Pariwisata,” ujarnya bersemangat.

Baik Mustafa maupun Dodi memuji langkah yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang menggelar pelatihan ini dengan protokol Covid-19 yang sangat ketat.

“Dinas ini tidak ada habisnya, berbagai inovasi terus mereka lakukan untuk peningkatan SDM pariwisata. Kami hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih,” ujar Mustafa yang diamini oleh Dodi.

Protokol Covid-19 Selama empat hari pelatihan peserta tampaknya sangat antusias mengikuti pelatihan kendati dalam suasana covid-19. Sebelum mengikuti pelatihan, peserta, narasumber, dan panitia mengikuti test Swab Antigen.

“Jika ditemukan ada yang reaktif, kita langsung pulangkan. Kita tak mau ambil resiko yang lain ikut tertular,” ujar Maswito.

Selama empat hari pelatihan kata Maswito, tiga orang tenaga medis dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang juga standby di tempat pelatihan. Mereka (tenaga medis-red) siap melakukan tindakan jika ada peserta yang mengalami tubuh tidak stabil selama mengikuti pelatihan.

Menurut Maswito, sudah dua tahun berturut sejak Covid-19 melanda negara kita berbagai pelatihan yang bersumberkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif RI yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang sesuai dengan protocol Covid-19.

Ini merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah dalam mencegah penularan virus Covid-19. Menurut Maswito, usai pelatihan, akan dilaksanakan pendampingan selama tiga bulan.

Pendampingan ini merupakan pengembangan teori di lapangan. “Dari sini nanti penguatannya bisa dilihat,” ujarnya. (eza)

 

Editor: fery haluan

Terkini

Besok Dibuka, STQH Kepri Digelar Secara Virtual

Senin, 26 Juli 2021 | 19:39 WIB

Nasabah Toapaya Selatan Raih Mobilio

Kamis, 15 Juli 2021 | 12:17 WIB

Dewi Ansar Pimpin YKI Kepri

Rabu, 30 Juni 2021 | 19:06 WIB

RT/RW di Kepri Diminta Tak Ragu Lockdown Wilayah

Minggu, 27 Juni 2021 | 10:33 WIB
X