Mau Traveling saat Pandemi? Pahami Hal Ini

- Minggu, 25 Juli 2021 | 09:59 WIB
ilustrasi (internet) (ilustrasi (internet))
ilustrasi (internet) (ilustrasi (internet))

Sejumlah negara sudah membuka destinasi wisatanya ketika telah bisa mengendalikan kasus covid-19. Namun, tentunya ada syarat-syarat khusus yang meski dipenuhi.

Sebelum melakukan perjalanan, penting melakukan riset tentang tujuan Anda guna memastikan perjalanan Anda berjalan lancar.

Melansir dari Daily Sabah, berikut adalah tujuh hal yang perlu diperhatikan tentang tujuan yang Anda pilih:

Pertama, situasi infeksi

Wisatawan harus mencari tahu seberapa tinggi risiko infeksi di negara yang dituju. Informasi ini biasanya dapat ditemukan dengan cukup mudah secara online, biasanya di situs web pemerintah atau melalui media lokal.

Situasi infeksi dapat menentukan apakah Anda harus memasuki karantina atau mengambil tindakan pencegahan khusus saat pulang.

Kedua, persyaratan masuk

Bahkan jika Anda bepergian dari satu negara Eropa ke negara lain, penting untuk memeriksa persyaratan masuk untuk tujuan Anda, karena setiap negara memiliki aturannya sendiri mengenai siapa yang boleh masuk.

Situs web kedutaan atau halaman pariwisata atau kementerian luar negeri negara tujuan biasanya akan mencantumkan persyaratannya.

Wisatawan dapat melihat ketentuan apa yang berlaku untuk orang yang telah divaksinasi lengkap, siapa saja yang telah pulih dari covid-19, dan mereka yang telah dites negatif.

Anda juga dapat memeriksa jenis pengujian yang diperlukan sehingga Anda tahu apakah tes antigen cepat sudah cukup atau jika Anda memerlukan tes PCR, dalam hal ini Anda memerlukan sedikit persiapan terlebih dahulu.

Tak jarang para pemudik juga harus melakukan registrasi sebelum masuk. "Banyak orang melupakan ini," menurut Anke Budde, wakil presiden Aliansi Perusahaan Perjalanan Independen.

Ini adalah proses yang relatif cepat di negara-negara seperti Portugal, misalnya, di mana Anda dapat mengisi formulir di bandara keberangkatan Anda.

Tapi di Yunani, Anda harus memastikan semua ini dilakukan hingga 24 jam sebelum Anda memulai perjalanan Anda – atau Anda bisa menghadapi denda.

Keluarga juga harus mencari tahu apakah anak-anak mereka perlu dites negatif untuk virus selain orang dewasa, Budde menambahkan.

Ketiga, status vaksinasi

Di banyak negara, jika Anda telah divaksinasi lengkap, Anda tidak perlu melakukan tes atau membuktikan bahwa Anda telah pulih dari virus corona, membuatnya lebih mudah untuk bepergian karena Anda menghadapi lebih sedikit batasan dan rintangan.

Di beberapa negara, seperti Italia, bagaimanapun, tes tetap wajib.

Keempat, bukti vaksinasi

Dalam banyak kasus, untuk saat ini, menunjukkan kertas yang mendokumentasikan rekam jejak covid-19 Anda sudah cukup. Namun, ada upaya yang dilakukan untuk mendigitalkan bukti ini melalui aplikasi, semacam kartu vaksin digital.

Uni Eropa meluncurkan paspor vaksin digital "pass hijau" sendiri untuk memudahkan perjalanan di dalam blok tersebut, dan maskapai penerbangan, perusahaan teknologi, dan badan lain juga sedang mengerjakan versi tersebut.

Kelima, aturan pandemi

Setiap negara memiliki seperangkat aturan keamanan virus corona sendiri yang sering berubah, jadi sebaiknya Anda segera mengetahui kabar terbaru sebelum Anda bepergian tentang bagaimana keadaannya sehingga tidak ada kejutan ketika Anda akhirnya tiba.

Misalnya, beberapa negara, seperti Jerman, menetapkan jenis masker apa yang diizinkan di mana, kata Budde. Orang-orang bekerja keras untuk memastikan aturan dipatuhi, dan bahkan jika beberapa hotel tampaknya mengambil sesuatu yang agak jauh, "itu semua untuk keselamatan orang itu sendiri," katanya.

Untuk perjalanan di dalam EU, open.europa.eu menyediakan informasi lengkap tentang persyaratan dan tindakan pengujian di setiap negara.

Keenam, tes diperlukan untuk pulang

Menjadi warga negara atau penduduk tidak cukup hanya diizinkan kembali ke negara asal Anda setelah bepergian ke luar negeri. Beberapa negara mengharuskan semua pelancong yang kembali untuk menunjukkan tes antigen cepat negatif selama proses boarding di bandara keberangkatan.

Para traveler yang divaksinasi dan mereka yang telah pulih dari virus corona biasanya dibebaskan dari persyaratan pengujian ini.

Ketujuh, asuransi perjalanan

Wisatawan harus memeriksa apakah asuransi kesehatan mereka akan bekerja di luar negeri dan mempertimbangkan asuransi kesehatan perjalanan jika mereka jatuh sakit dengan covid-19. Baca cetakan kecilnya, karena pandemi tidak selalu tercakup. *

(sumber: okezone.com)

 

 

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Iluni UNP Gelar Turnamen Golf di Palm Spring Batam

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:06 WIB

Wisawatan di Bukittinggi Sudah Mulai Naik Bendi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:37 WIB

Kepri Akan Dibuka untuk Kunjungan Wisatawan 18 Negara

Selasa, 12 Oktober 2021 | 05:45 WIB

Wow! Batam Bakal Punya Destinasi Wisata Baru. Ini Namanya

Minggu, 26 September 2021 | 14:46 WIB

PHRI BPD Kepri Lakukan Penjaringan Bakal Calon Ketua

Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:42 WIB

Usai PPKM, Diprediksi Terjadi Letupan Wisata

Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Mau Traveling saat Pandemi? Pahami Hal Ini

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:59 WIB
X