Pariwisata Kepri Masih Lemah dengan Branding dan Konten

- Selasa, 27 Juli 2021 | 14:38 WIB
Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com))
Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com))

Batam (HK) - Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepulauan Riau (Kepri), Dipl. Daniel Wahyu Pratama Hutagalung, BA, MSc, M BSM mengatakan, hingga kini branding dan konten adalah kelemahan terbesar pariwisata di Kepri.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima SK penunjukannya sebagai Direktur Eksekutif BPPD Kepri untuk periode tahun 2021-2024, Senin (26/7/2021) di Sekretariat BPPD Kepri, Crisis Center, Sukajadi Kota Batam.

SK Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepri itu diserahkan oleh Sekretaris BPPD Kepri, Sumiaty Marzuki dan didampingi oleh Komisaris BPPD Kepri, Marokhimin.

"Pariwisata adalah salah satu industri terbaik yang dimiliki oleh Kepri. Maka 100 hari kedepan harapannya kita harus bermain di branding dan konten, karena ini kelemahan terbesar pariwisata kita," ucap Daniel.

Dikatakan Daniel, orang luar negeri lebih banyak tahu tentang Bali daripada Indonesia sendiri, hal itu dikarenakan Bali itu mempromosikan pariwisatanya dengan banyak membuat konten dengan sangat baik dan tersekmentasi kepada market yang memang sudah ditargetkan.

"Jadi kelemahan-kelemahan itu akan kita perbaiki bersama-sama dan mengatur strategi, karena itu adalah ujung tombak untuk mempromosikan kepada market yang belum pernah tergapai," ujar pria yang cukup berpengalaman di dunia kepariwisataan, khususnya promosi pariwisata.

Lanjutnya, pihaknya akan fokus mempromosikan pariwisata yang ada di tujuh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri, sebab dia memang sudah sejak lama menginginkan keaktifan, keterlibatan dalam pariwisata di Indonesia.

"Saya sendiri sudah cukup lama diluar negeri yakni 11 tahun di Eropa, 9 tahun di Jerman dan 2 tahun di Spanyol semua itu saya geluti dibidang pariwisata, tentu tidak asing lagi jika pulang ke rumah sendiri tepatnya di Belakang Padang," tuturnya.

Tentu lanjut, dengan harapan kedepan agar pariwisata di tanah melayu ini lebih baik lagi terutama pada masa pandemi covid-19.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

PHRI BPD Kepri Lakukan Penjaringan Bakal Calon Ketua

Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:42 WIB

Usai PPKM, Diprediksi Terjadi Letupan Wisata

Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Mau Traveling saat Pandemi? Pahami Hal Ini

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:59 WIB

Lezatnya Bika Bakar, Menu Khas Bukittinggi

Rabu, 28 April 2021 | 13:22 WIB

Pesona Kota Tua Kembali Dihidupkan Pemko Padang

Sabtu, 27 Maret 2021 | 09:34 WIB
X